Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat muslim yang telah baligh dan sehat. Satu bulan penuh umat muslim menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, terkadang ada beberapa kejadian yang menyebabkan seorang muslim harus batal puasa, seperti sakit atau kehamilan. Namun, bagaimana dengan kejadian seperti "1 hari batal puasa Ramadhan walaupun di ganti 1 tahun"?
Berdasarkan hadits dari Abu Daud dan Ibn Majah, Nabi Muhammad bersabda bahwa "Siapa yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan karena sakit atau pada saat perjalanan, maka ia wajib menggantinya pada hari lain sampai sebelum Ramadhan berikutnya. Tetapi, jika dia suka memberikan sedekah sebagai gantinya, itu lebih baik baginya".
Dari hadits tersebut, dapat diartikan bahwa seorang muslim yang batal puasa pada satu hari di Ramadhan harus menggantinya pada hari lain sebelum Ramadhan tahun berikutnya. Jika tidak diganti, maka dianggap sebagai dosa dan perlu bertaubat. Namun, jika seseorang ingin memberikan sedekah sebagai gantinya, maka itu dianggap lebih baik.
Namun, jika seseorang batal puasa pada satu hari di Ramadhan dan tidak bisa menggantinya sebelum Ramadhan tahun berikutnya, apa yang harus dilakukan? Menurut ulama Hanafi dan Maliki, seseorang masih harus menunaikan kewajiban menggantinya pada hari lain setiap kali hari Ramadhan tiba. Namun, menurut ulama Syafi’i dan Hanbali, seseorang hanya perlu membayar kafarat sebagai ganti menggantinya pada hari lain.
Dalam hal ini, kafarat atau denda yang harus dikeluarkan adalah memberikan makanan kepada orang yang berpuasa sebanyak satu hari. Makanan yang diberikan harus berupa makanan pokok seperti nasi, roti, atau gandum seberat setidaknya satu sha’ atau 2,5 kilogram. Jadi, jika seseorang batal puasa pada satu hari di Ramadhan dan tidak bisa menggantinya sebelum Ramadhan tahun berikutnya, maka ia harus membayar kafarat sebagai gantinya.
Namun, sebagai seorang muslim, tentunya yang paling diinginkan adalah dapat melaksanakan puasa Ramadhan dengan sempurna. Oleh karena itu, sebaiknya kita berusaha untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat agar bisa beribadah dengan baik saat Ramadhan tiba. Namun, jika suatu kejadian memaksa kita untuk batal puasa, maka kita harus segera menggantinya pada hari lain sebelum Ramadhan tahun berikutnya atau membayar kafarat.
Dalam rangka menjaga kesehatan dan menghindari batal puasa, disarankan untuk menjaga pola makan dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang di saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari makanan yang tidak sehat seperti gorengan atau makanan yang terlalu banyak mengandung gula. Selain itu, disarankan juga untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga atau istirahat yang cukup.
Dalam menghadapi satu hari batal puasa Ramadhan, bukan berarti langkah berikutnya melewati satu tahun tanpa mengembalikan keutamaan hari Ramadhan yang telah lewat. Sebagai muslim, tentunya Puasa Ramadhan harus dijalankan sebaik mungkin. Oleh karena itu, mari kita berjuang bersama untuk menjalankan bulan Ramadhan secara sempurna.