Skip to content
Home » Dasar Hukum Melaksanakan Ibadah Haji Terdapat dalam Al-Qur’an

Dasar Hukum Melaksanakan Ibadah Haji Terdapat dalam Al-Qur’an

Dasar Hukum Melaksanakan Ibadah Haji Terdapat dalam Al-Qur’an

Haji adalah salah satu dari Lima Rukun Islam yang wajib dilaksanakan setidaknya sekali dalam hidup bagi umat Islam yang mampu. Dasar hukum melaksanakan ibadah haji terdapat dalam al-Qur’an, kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panduan hidup manusia.

Pembukaan

Sebelum membahas dasar hukum melaksanakan ibadah haji, perlu kita ketahui terlebih dahulu arti dari kata haji. Haji adalah berkunjung ke kota Mekah, tempat suci bagi umat Islam, untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang telah ditetapkan oleh agama Islam.

Al-Qur’an dan Haji

Sesuai dengan dasar hukum melaksanakan ibadah haji, haji merupakan kewajiban umat Islam ketika mampu secara finansial. Dasar hukum ini terdapat dalam beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya adalah Surat Ali Imran ayat 97 yang menjelaskan tentang wajibnya haji bagi orang yang mampu.

"Dan haji ke Baitullah adalah kewajiban bagi manusia yang mampu mengadakan perjalanan ke sana." (Ali Imran, 3:97)

Selain itu, terdapat juga Surat al-Baqarah ayat 196 yang menjelaskan tata cara pelaksanaan haji.

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah" (Al-Baqarah, 2:196)

Rukun Haji

Dalam pelaksanaannya, haji memiliki rukun-rukun yang harus dilaksanakan oleh jamaah haji. Rukun haji adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan ibadah haji yang secara umum dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Rukun haji tersebut meliputi:

  1. Ihram – Berpakaian khusus yang menandakan memulai ibadah
  2. Tawaf – Mengelilingi Ka’bah tujuh kali
  3. Sa’i – Berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah
  4. Wukuf – Bersama jamaah haji lain di padang Arafah pada 9 Dzulhijjah
  5. Mabit – Tinggal di Muzdalifah pada malam hari ketika kembali dari Arafah
  6. Jumroh – Melempar tiga kali dengan batu-batu kecil untuk melambangkan penolakan terhadap Setan
  7. Tasyriq – Melakukan ibadah tambahan hingga tiga hari setelah hari raya kurban
BACA JUGA:   Menuju Tanah Suci: Panduan Lengkap Persyaratan Daftar Haji Kemenag

Kesimpulan

Dalam melaksanakan ibadah haji, dasar hukum yang harus menjadi pedoman adalah al-Qur’an. Sebagai umat Islam yang mampu, kita wajib melaksanakan ibadah haji dengan melaksanakan rukun-rukunnya yang telah ditetapkan. Dengan adanya dasar hukum tersebut, kita sebagai umat Islam diharapkan dapat dengan khusyu’ melaksanakan ibadah haji dengan benar dan meraih keberkahan yang telah dijanjikan.