Skip to content
Home ยป Khutbah Jumat Ibadah Haji: Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta

Khutbah Jumat Ibadah Haji: Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta

Khutbah Jumat Ibadah Haji: Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta

Pengertian ibadah haji merupakan salah satu jenis ibadah yang sangat penting bagi umat muslim. Melaksanakan ibadah haji adalah bagian dari rukun Islam yang kelima dan harus dilakukan oleh setiap muslim yang mampu dan sudah memenuhi syarat-syarat yang ada. Oleh karena itu, khutbah Jumat ibadah haji menjadi momen penting untuk dijadikan ajang penyampaian pesan-pesan spiritual serta edukatif yang berkaitan dengan ibadah ini.

Pentingnya Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta Melalui Ibadah Haji

Dalam khutbah Jumat ibadah haji, penting untuk diingatkan kembali bahwa tujuan dari ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri pada sang pencipta, yaitu Allah SWT. Kita sebagai hamba harus kembali pada pokok utama dari ibadah ini, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sebagaimana yang ditegaskan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 197:

"Dan ambillah sesuatu dari mekah sebagai tempat kesucianmu. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Selain itu, dalam khutbah Jumat ibadah haji, perlu diingatkan juga mengenai pentingnya membawa manfaat bagi lingkungan sekitar setelah menjalankan ibadah haji. Ibadah haji dapat membantu meningkatkan persatuan, kesatuan, dan persaudaraan antar sesama muslim. Kita sebagai muslim juga dituntut untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap orang lain dan menjaga hubungan silahturahmi.

Tuntunan dalam Menjalankan Ibadah Haji

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ibadah haji adalah bagian dari rukun Islam yang kelima. Ada beberapa tuntunan yang harus dipahami dan dilaksanakan dalam menjalankan ibadah haji. Beberapa diantaranya adalah:

Ihram

Ihram adalah niat suci dalam melaksanakan ibadah haji yang dilakukan sejak memasuki miqat. Ihram dilakukan dengan mengunakan pakaian yang sederhana dan tidak berhiasan.

Tawaf

Tawaf adalah rangkaian doa dan zikir dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali secara berlawanan arah jarum jam.

BACA JUGA:   Jelaskan 3 Cara Melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh

Sa’i

Sa’i adalah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali dalam jarak sekitar 390 meter untuk menelusuri jalan yang pernah dilalui Hajar dalam mencari air untuk anaknya Ismail.

Wuquf di Arafah

Wuquf di Arafah adalah bagian dari ibadah haji yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Umrah wajib dilakukan di Arafah pada satu hari yang setiap tahunnya berbeda-beda.

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah adalah istirahatmalam di tempat terbuka pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah wuquf di Arafah dan sebelum Hari Raya Idul Adha.

Jamarat

Jamarat adalah melempar tiga jumrah dalam tiga tempat yang berbeda. Lemparkan tujuh kali batu pada Jamarah kecil, sedangkan Jamarah sedang dan Jamarah besar dilakukan dengan melempar sebanyak tujuh kali.

Kesimpulan

Dalam khutbah Jumat ibadah haji, perlu diingatkan kembali bahwa tujuan dari ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri pada sang pencipta, yaitu Allah SWT. Selain itu, perlu juga diingatkan mengenai pentingnya membawa manfaat bagi lingkungan sekitar setelah menjalankan ibadah haji. Adapun tuntunan dalam menjalankan ibadah haji meliputi ihram, tawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Jamarat.

Mari kita manfaatkan ibadah haji sebagai momen untuk memperkuat dan memperbaiki hubungan kita dengan sang pencipta serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap orang lain. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semuanya dalam menjalankan ibadah haji serta menyempurnakan iman dan ketaqwaan kita. Amin.