Skip to content
Home » Ritual Permulaan Ibadah Haji

Ritual Permulaan Ibadah Haji

Ritual Permulaan Ibadah Haji

Jutaan Muslim setiap tahunnya melakukan ibadah haji, salah satu dari lima rukun Islam. Ibadah haji sendiri memiliki banyak ritus yang harus dilakukan secara berurutan dan tertib. Permulaan melakukan ibadah haji yang dimulai dengan niat adalah salah satu dari sekian banyak ritual ibadah haji yang dijalankan.

Niat untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Ritual permulaan ibadah haji dimulai dengan niat. Niat adalah suatu hal yang sangat penting dalam menjalankan ibadah haji. Tanpa niat yang tulus, ibadah haji yang dilakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Menurut agama Islam, niat ialah suatu yang disimpan di dalam hati seseorang. Ketika hendak hidupkan niatnya, maka dalam teori syariah tersebut, ia diwajibkan untuk mengucapkan niatnya pada saat melakukan ibadah. Maka dari itu, sebelum melakukan ritual ibadah haji lainnya, Muslim di seluruh dunia diwajibkan melakukan ritual permulaan ibadah haji yang berniat untuk melaksanakan ibadah haji yang mabrur secara ikhlas.

Tahapan Ritual Permulaan Ibadah Haji

Ritual permulaan ibadah haji yang dimulai dengan niat memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan agar sah dan diterima oleh Allah SWT, yaitu:

Berihram dari Miqat

Sebelum mencapai Kota Mekah, orang yang melakukan ibadah haji harus berihram terlebih dahulu. Berihram artinya berpakaian dengan pakaian Ihram, kondisi terlarang dan menerapkan beberapa sunnah yang wajib disunnahkan pada diri sendiri.

Berihram ini dilaksanakan pada tempat khusus yang dinamakan miqat. Ada beberapa daerah miqat yang tersebar di seluruh dunia seperti Syar’a, Dhat Irq, Yalamlam, Qarnul Manazil, Juhfah dan Batnul Hama.

Membaca Niat Haji

Setelah berihram disarankan bagi jamaah untuk mandi sunnah , memakai wewangian dan sesudah selesai memakai pakaian ihram, Barulah membaca niat haji yang telah disiapkan sebelumnya.

BACA JUGA:   Wanita Haid Boleh Haji Menurut Madzhab Syafii: Ternyata Ini Yang Diperbolehkan Dan Dilarang Dilakukan

Contohnya, "Saya berniat untuk melaksanakan ibadah Haji Tamattu’ pada tahun ini untuk menunaikan kewajiban saya kepada Allah demikian dari pada Nabi besar kita Muhammad SAW bersabda: “Amal itu dihitung berdasarkan niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan”.

Menjalankan Ibadah

Setelah melaksanakan rukun pertama, setelah berihram dari miqat dan membaca niat haji, selanjutnya jamaah melakukan ritual-ritual ibadah haji lainnya. Seperti berkunjung ke Masjidil Haram, melakukan tawaf, wukuf di Arafah dan melakukan sa’i diantara Safa dan Marwah .

Mengulangi Niat

Saat melakukan tawaf, niat ibadah harus diingat kembali dan diulangi pada setiap rukun dari semua ritual ibadah haji yang dilakukan. Maka dari itu, niat haji harus diingat kembali dan diulang setiap kali selesai melakukan ibadah haji.

Kesimpulan

Ritual permulaan ibadah haji yang dimulai dengan niat adalah suatu kewajiban bagi orang yang akan melaksanakan haji. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT, sebagai pemilik segala-galanya dan sebagai bentuk ketaqwaan pada-Nya. Setelah melakukan ritual permulaan ibadah haji dengan niat yang tulus di hati, jamaah harus melaksanakan seluruh rukun ibadah haji dengan baik dan benar agar ibadah haji dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur.